• Minggu, 27 November 2022

Pojok Sastra: Bayi-bayi yang Lahir oleh Gerhana Bulan

- Rabu, 9 Maret 2022 | 14:17 WIB
Ilustrasi Bayi-bayi yang Lahir oleh Gerhana Bulan (pexels.com)
Ilustrasi Bayi-bayi yang Lahir oleh Gerhana Bulan (pexels.com)

"Padahal sudah dikasih tahu.Tapi dia menolak," celetuk yang lain sambil mengangguk.

Kabar tentang kematian bayi yang terlahir dalam keadaan tidak biasa itu, menimbulkan desas-desus di seluruh kampung. Dalam setiap obrolan warga di poskamling, pasar, sawah,hingga teras rumahku, hampir sepakat mengerucut pada satu kesimpulan bahwa kematian itu akibat gerhana bulan (bayi yang kepalanya hanya diselimuti selaput tipis tanpa batok kepala).

**

Pagi yang menyesakkan dada itu bertahun lewat.Tapi pergunjingan  semakin menjadi. Apalagi ketika tigatahun berikutnya sang istri kembali hamil. Anak yang dinantikan pasangan muda itu lahir persis seperti sebelumnya, tanpa batok kepala. Dan bukan hanya bayinya yang tak terselamatkan, ibu sang bayi pun harus berakhir napas kehidupannya. Seminggu sebelum kejadian, gerhana bulan juga datang lagi. Warga kampungku dipaksa harus menerima kenyataan, karena sejumlah ibu hamil dan bayi yang lain juga meregang nyawa pada saat hampir bersamaan. Masih jelas dalam ingatanku, malam terang bulan yang ganjil dan mengerikan itu. Sampai, tiga hari lalu,aku membaca sebuah berita yang membuatku harus tercekat.

"BloodMoon Terlama dalam Seratus Tahun Terakhir" judul berita itu. Entah, yang jelas kuingat,jika benar, maka tiga malam lagi aku akan menemuinya. Bulir keringat menderas di kening dan punggungku. Kuhela napas, kuusap perutku yang mulai membuncit. Aku ingin teriak, ini bukan kutukan!

"Nak, selamat ya," doaku di dalam hati. Namun, tak terasa getaran disana tetap seperti sebelumnya. Sementara, ini memasuki bulan kelima jika kuhitung berdasarkan perhitungan medis.

**

Mas Karyo datang tergopoh dengan cangkul di pundaknya. Kulihat matahari bahkan belum lingsir, jelas kedatangannya membuatku heran. Tanpa tedeng aling-aling Mas Karyo langsung bertanya. 

"Ti, apa perlu kita ke Kyai Sujai?" napasnya memburu.

"Kenapa,Kang?" aku heran.

Halaman:

Editor: Mila Miza

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mengenal Pak Raden Dan Lahirnya Hari Dongeng Nasional

Minggu, 27 November 2022 | 05:00 WIB

Kapan Peringatan Hari Dongeng Nasional Dilaksanakan

Sabtu, 26 November 2022 | 12:54 WIB

Arti Kata Nama Amira, Rangkaian Kata dan Artinya

Selasa, 22 November 2022 | 21:01 WIB

Cara Jadi Tukang Parkir Pesawat, Ini Syarat-Syaratnya!

Selasa, 22 November 2022 | 08:09 WIB
X