• Selasa, 4 Oktober 2022

Pojok Sastra: Bayi-bayi yang Lahir oleh Gerhana Bulan

- Rabu, 9 Maret 2022 | 14:17 WIB
Ilustrasi Bayi-bayi yang Lahir oleh Gerhana Bulan (pexels.com)
Ilustrasi Bayi-bayi yang Lahir oleh Gerhana Bulan (pexels.com)

Indonewstoday.com- Mendekati musim panen, hamparan sawah menguning tampak sendu di bawah sinar bulan. Sesekali angin bertiup menggoyangkan tangkai padi dengan bulir-bulir yang tampak seperti roncean mutiara. Aku menengadah ke langit, bulan bulat semu saga menyembul diantara awan yang bergerak  pelan.

Pemandangan itu kudapati selepas Isya ketika aku keluar rumah karena udara di dalam cukup panas. Berselonjor di atas balai-balai, menikmati angin ditimpa gemerisik daun padi. Dedauan rimbun di depan rumah juga sesekali bergoyang. Perasaan nyaman seketika menyelinap di dadaku. Tapi pemandangan ini menyisakan perasaan ganjil. Mungkin karena bulan belum bulat sempurna. Apakah besok masih akan purnama?

**

Bayi berselimut kain itu terbujur kaku di pangkuan ayahnya. Angin musim kemarau yang berembus di pagi hari tidak membuatnya gemetar. Kecuali dadanya, penuhbergemuruh. Tersirat dari kedua bola matanya, tatapan nanar yang kosong begitu dingin. Kerumunan pelayat yang tengah bercakap sambilmerangkai bunga-bunga. Orang-orang hilir mudik membawa ceting berisi beras. Tampak juga wajah Mas Karyo muncul diantara rombongan pembawa sepikulpapan kayu dan cangkul yang datang tergopoh. Kami bertemu mata.Tanpa isyarat apapun, dia mendekat.

"Sudah kamu temui ibu si bayi?”tanya Mas Karyo. Aku mengangguk.

Aku kemudian menyelinap bersama Mas Karyo. Diantara orang-orang yang berkerumun di dekat pintu masuk. Kulihat wajah kuyu dan pucat duduk lesu di lantai dan menyandarkan kepala di pegangan kursi. Orang-orang mengelilinginya.Beberapa mengusap-usap lengannya, menghibur sambilmenahan isak.Tepat berada di depannya, Mas Karyo memberi isyarat kepadaku agar mendekat. Bersamaan dengan langkah maju aku merogoh amplop di saku. Kusalami perempuan muda itu sambil memberikan ucapan bela sungkawa.

**

Kamboja jatuh melayang di atas tanah kuburan. Hawa dingin perlahan menghampiri lalu menusuk pori-pori.Angin kencang berembus menerbangkan kerudung hitam para pelayat. Sebagian yang lain bergerombol agak menjauh. Sementara, di sekitar liang lahat sang bayi yang sudah terbungkus kain putih itu, berkumpul sanak keluarga merapal doa-doa.

"Jelas sekali, bulan kemarin itu gerhana bulan," Aku mendengar percakapan dua orang di sampingku. Aku tak berani menoleh, tetapi kupertajam telingaku.

Halaman:

Editor: Mila Miza

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ramalan Zodiak Hari Ini 28 April 2022

Kamis, 28 April 2022 | 14:54 WIB

Pojok Sastra: Cerita Pendek Berjudul Sundal

Kamis, 24 Februari 2022 | 21:12 WIB

Fakta Unik Paus Biru , Hewan Yang Terancam Punah

Jumat, 11 Februari 2022 | 09:05 WIB

10 Link Twibbon Hari Gizi Nasional 2022

Selasa, 25 Januari 2022 | 21:41 WIB

Terpopuler

X