• Selasa, 4 Oktober 2022

Pojok Sastra: Cerita Pendek Berjudul Sundal

- Kamis, 24 Februari 2022 | 21:12 WIB
Ilustrasi Cerpen Sundal (pixabay.com/artsybee)
Ilustrasi Cerpen Sundal (pixabay.com/artsybee)

Indonewstoday.com- Dasar anak-anak sialan! Kurang ajar betul! Tidak tahu terima kasih. Kalian berdua kupelihara sampai besar tapi tidak ada gunanya sedikit pun. Sejak bayi aku yang mengurusi makan, minum, mandi. Sampai berak kalian, aku yang bersihkan. Aku juga yang menyekolahkan kalian dengan susah dan payah, hingga kalian bisa membaca dan menulis.

Baca Juga: 7 Hal Yang harus Diperhatikan Saat Melakukan Isoman Di Rumah

Kalau saja aku tidak menikah dengan bapak kalian. Pasti hidupku tidak sengsara seperti sekarang. Aku lebih banyak berpikir dan bekerja untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga yang seharusnya menjadi kewajiban bapak kalian itu. Belum lagi pekerjaan harian rumah yang berantakan. Percuma aku memiliki anak perempuan darah daging suamiku. Tidak mengerti bagaimana membantu dan menyenangkan hati orangtua. Capeklah, sakit ini, sakit itu. Alasan!

Baca Juga: Daftar Makanan Ini Ternyata Bukan Berasal Dari Indonesia

Baru kusuruh untuk menyapu saja sudah merasa mengerjakan tugas besar. Bagaimana kalau kusuruh untuk mencucikan pakaianku dan adik-adiknya. Dasar pemalas! Mereka tidak tahu, aku sering terpaksa mengumbar senyum palsu dan pahit jika teman-temanku dan tetangga sebelah komentar enaknya diriku memiliki anak perempuan.

Aku menyesal. Bukan cuma jatuh tertimpa tangga. Tapi tertimpa berton-ton kontainer berisi batu. Memilih suami karena melihat penampilannya saja yang keren padahal aslinya pengangguran. Anak-anaknya tidak bermanfat sama sekali. Di mana kekuranganku? Wajahku cantik, tubuhku menarik, aku pintar. Mendapatkan laki-laki yang jauh lebih muda dan kaya, aku sangat bisa. Menggaet pengusaha pun aku mampu. Tapi mengapa aku justru mendapatkan laki-laki seperti ini? Mantan pengusaha di perantauan yang gulung tikar.

Baca Juga: Fakta Unik Paus Biru , Hewan Yang Terancam Punah

Apa aku ceraikan saja laki-laki macam itu? Biar dia tahu bahwa aku bukan perempuan sembarangan yang tahan hidup bersamanya. Andai saja dulu aku menerima lamaran bos kain Pekalongan itu. Aku tidak akan menjadi tukang jahit seperti ini. Justru aku akan membayar tukang jahit bagi puluhan bahkan ratusan pegawaiku. Aku cukup ongkang-ongkang kaki. Memantau dari jauh, mengawasi, dan mengatur keuangan.

Baca Juga: Resep Ayam Goreng Mentega Untuk Buka Puasa

Halaman:

Editor: Mila Miza

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ramalan Zodiak Hari Ini 28 April 2022

Kamis, 28 April 2022 | 14:54 WIB

Pojok Sastra: Cerita Pendek Berjudul Sundal

Kamis, 24 Februari 2022 | 21:12 WIB

Fakta Unik Paus Biru , Hewan Yang Terancam Punah

Jumat, 11 Februari 2022 | 09:05 WIB

10 Link Twibbon Hari Gizi Nasional 2022

Selasa, 25 Januari 2022 | 21:41 WIB

Terpopuler

X