Wamenhan RI Menerima Courtesy Call dari Panglima Angkatan Bersenjata Diraja Brunei Darussalam

- Selasa, 6 Desember 2022 | 17:49 WIB
Wamenhan RI Menerima Courtesy Call dari Panglima Angkatan Bersenjata Diraja Brunei Darussalam (Kemhan RI)
Wamenhan RI Menerima Courtesy Call dari Panglima Angkatan Bersenjata Diraja Brunei Darussalam (Kemhan RI)

Indonewstoday.com, Jakarta – Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Wamenhan RI) M. Herindra menerima courtesy call dari Panglima Angkatan Bersenjata Diraja Brunei Darussalam (ABDB), Mayjen Haji Muhammad Haszaimi Bin Bol Hassan, di ruang pertemuan Manggala Yudha, Kementerian Pertahanan RI, pada Selasa (6/12).

Pertemuan ini merupakan wujud kerja sama yang telah terjalin lama antara kedua negara, khususnya di bidang pertahanan dan sebagaimana visi diplomasi pertahanan dari Menhan Prabowo Subianto, maka kerja sama pertahanan dengan negara-negara bertetangga merupakan langkah yang harus terus dipelihara guna menjaga keamanan kawasan regional.

“Indonesia dan Brunei memiliki sejarah panjang terkait kerja sama pertahanan. Brunei adalah sahabat lama bagi Indonesia, dan selamanya akan terus menjadi saudara,” ujar Wamenhan Herindra kepada Panglima ABDB, Mayjen Bol Hassan.

Baca Juga: Wisata Kuliner Bandar Djakarta, Seafood Enak Tak Bikin Kantong Jebol

Turut hadir mendampingi Wamenhan Herindra adalah Dirjen Pothan Mayjen TNI Dadang Hendrayudha, Dirjen Renhan Kemhan Laksma TNI Supo Dwi Diantara, Kapuskersin TNI Laksma TNI Bambang Darmawan, serta Asisten Khusus 1 (AK 1) Wamenhan bidang Hubungan Internasional, Brigjen (Purn) Saptono Aji.

Sementara delegasi Brunei yang mendampingi adalah Letkol Mohammad Roasri Erwan bin Haji Tasrif, Ketua Staf ABDB, dan Lt Kol Aeddie Ja’afar, Atase Pertahanan Negara Brunei Darussalam di Indonesia.

Kerja sama Indonesia-Brunei di bidang pertahanan telah dimulai sejak 2003, ketika Menteri Pertahanan RI dan Menteri Pendidikan Brunei Darussalam menandatangani Memorandum of Understanding (MOU) on Defence Cooperation.

Baca Juga: Merasakan Sakit di Nada Tinggi, Judika Memutuskan Istirahat Sejenak Dari Dunia Tarik Suara

Penandatanganan MoU ini bertujuan untuk menetapkan suatu kerangka kerja sama bilateral kedua negara atas dasar rasa saling percaya dan untuk tujuan perdamaian.

Beberapa bentuk kerja sama pertahanan ini adalah pengembangan sektor industri strategis dan produksi alat utama sistem persenjataan (alutsista), pertukaran informasi intelijen, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pertahanan melalui pelatihan dan pertukaran personel, serta latihan bersama guna meningkatkan kapasitas operasi personel.

Halaman:

Editor: Fauzi Rony

Sumber: Kemhan RI

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Perspektif Pegawai Honorer yang Tidak Lulus PPPK

Kamis, 2 Februari 2023 | 23:16 WIB

Prospek Angkatan Honorer ke PNS pada Tahun 2023

Kamis, 2 Februari 2023 | 23:09 WIB

Nasib Tenaga Honorer Terancam Dihapus November 2023

Kamis, 2 Februari 2023 | 22:42 WIB
X