Potensi Besar Indonesia untuk Kembangkan Ekosistem Kendaraan Listrik Diungkap Presiden

- Jumat, 2 Desember 2022 | 17:05 WIB
 Potensi Besar Indonesia untuk Kembangkan Ekosistem Kendaraan Listrik Diungkap Presiden (Foto: Humas Setkab/Oji)
Potensi Besar Indonesia untuk Kembangkan Ekosistem Kendaraan Listrik Diungkap Presiden (Foto: Humas Setkab/Oji)

Indonewstoday.com, Jakarta - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mencontohkan, pemerintah  serius menjalankan strategi besar perekonomian negara dengan merancang ekosistem kendaraan listrik.

Menurut Presiden, Indonesia memiliki hampir segalanya untuk menciptakan ekosistem ini dan membuat negara lain bergantung pada Indonesia.

“Bagaimana membangun ekosistem yang luas sehingga negara lain bergantung kepada  kita karena kita memiliki nikel,  tembaga,  bauksit, timah dan potensi kita sangat besar,” kata Presiden dalam sambutan pembukaan Forum CEO Kompas100  2022,  Istana Negara, Jakarta, Jumat (12 Februari 2022).

Baca Juga: Oleh-Oleh Terasi khas Cirebon, Enak, Gurih dan Lezat

Kepala negara mengilustrasikan keberhasilan Taiwan yang berfokus pada pengembangan chip, dan Korea  mengembangkan industri komponen elektronik dengan cara yang membuatnya bergantung pada negara lain.

"Saya terus menonton, saya melihat salah satu hal yang membuat mereka meroket, hanya  satu, membuat  komponen digital untuk semua perusahaan besar  Amerika yang bergantung padanya, dibutuhkan dia," katanya. 

Presiden menyampaikan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk membangun ekosistem kendaraan listrik, khususnya baterai listrik atau baterai kendaraan listrik, karena cadangan nikel Indonesia  nomor satu di dunia, timah nomor dua, bauksit nomor satu enam dan perunggu nomor satu. nomor tujuh di dunia. 

Baca Juga: Presiden Serahkan 1,55 Juta Sertifikat Tanah untuk Rakyat

Indonesia sendiri memiliki potensi  besar untuk membangun ekosistem kendaraan listrik, khususnya dalam produksi baterai listrik. Kepala negara merinci, cadangan nikel Indonesia  nomor satu  dunia, timah nomor dua  dunia, bauksit nomor enam  dunia, dan tembaga nomor tujuh  dunia. 

"Membangun ekosistem baterai EV, kami hanya kekurangan lithium, kami tidak. Kemarin saya berkata kepada Perdana Menteri [Australia], Albanese: 'Australia memiliki lithium, kami dapat membelinya dari Australia." Buka, "silakan" .

Namun ternyata sebagian dari kita sudah memiliki ranjau di sana. Itu strateginya, hanya melangkah seperti itu sehingga ekosistem besar yang ingin kita bangun jadi,” ujarnya.

Baca Juga: Dukungan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Untuk Panglima TNI Baru Yudo Margono, Katanya Beliau Pasti...

Presiden mengatakan tantangan selanjutnya adalah mengintegrasikan bahan-bahan tersebut karena  tersebar di berbagai tempat  di Indonesia seperti tembaga  di Papua dan Sumbawa, nikel di Sulawesi dan bauksit di Kalimantan Barat dan Kepulauan Riau.

“Mengintegrasikan produk ini agar menjadi sebuah ekosistem tidaklah mudah. Itulah yang terjadi, saya benar-benar perlu melakukannya karena itulah yang akan melompat pada kita, melompat, melompat ke peradaban  lain. Saya mati-matian untuk ini," katanya. 

Halaman:

Editor: Fauzi Rony

Sumber: Setkab RI

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X