• Minggu, 4 Desember 2022

Kripto AHA, Siap Gebrak Ramainya Mata Uang Kripto

- Minggu, 20 Maret 2022 | 22:18 WIB
token AHA mata uang kripto
token AHA mata uang kripto

Cryptocurrency atau yang lazim disebut mata uang kripto saat ini tengah digandrungi di dunia investasi disebut-sebut tak ramah lingkungan. Masalahnya, menambang kripto sangatlah membutuhkan banyak sumber energi, khususnya berasal dari listrik berbahan bakar batu bara.

Sejalan dengan perkembangan dan meluasnya pasar, saat ini muncul token kripto yang mengusung misi pengurangan emisi karbon. Token itu bernama Alam Hijau Anagata atau AHA.

Baca Juga: Agenda Pertama DEWG dilaksanakan, Indonesia Siap Pimpin Forum G20

Token kripto asli Indonesia ini mempunyai tujuan mulia yakni mengawasi transisi energi dan berkontribusi pada proyek energi hijau seperti perdagangan karbon, konservasi pengolahan air dan udara, ataupun entitas lain yang mempunyai nilai bisnis.

Dikutip dari white paper AHA yang dikirimkan kepada redaksi indonewstoday, token ini bakal fokus untuk berkolaborasi dengan banyak pemangku kepentingan di Indonesia.

Tujuannya, untuk dapat mencapai bauran energi 23 persen dari energi baru terbarukan (EBT) pada tahun 2025, sesuai yang ditargetkan oleh Pemerintah.

Baca Juga: 4 Filosofi Logo Presidensi G20 2022, Mari Simak Makna Logonya!


"Proyek Solar PV dan Carbon Trade Platform akan menjadi fokus Anagata sebagai proyek dasar. Sebagai negara di bawah garis khatulistiwa, Indonesia mempunyai potensi 207 GW (GigaWatt) proyek PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) dengan estimasi nilai USD 140 miliar dan pengurangan CO2 miliaran ton," sebagaimana penjelasan Token AHA.


Disamping itu, token kripto AHA akan menyediakan transaksi yang aman dan menguntungkan bagi semua pemegang dan pemilik token kript AHA. Hal ini tak lepas dari dukungan sistemnya yang telah menggunakan decentralized yield-generation utility eco-token, yang berdasarkan pada teknologi Binance Smart Chain (BSC).

Token AHA ini ternyata mempunyai keunggulan diantaranya yang pertama token AHA diperdagangkan dengan token dan koin yang stabil dengan harga yang tidak fluktuatif di pasar, yang kedua proses transaksinya mudah, aman, dan rahasia karena terhubung dengan sistem yang terdesentralisasi.

Baca Juga: Indonesia Resmi Menjadi Tuan Rumah G20 Presidensi 2022

Token Anagata memberikan biaya transaksi kecil, biaya untuk setiap transaksi yang hanya 6 persen, dibagi 3 persen untuk refleksi ke pemegang lain, 2 persen untuk dana amal dan 1 persen untuk pemeliharaan sistem.

Halaman:

Editor: Fauzi Rony

Sumber: Anagata White Paper

Tags

Artikel Terkait

Terkini

IHSG Hari Ini Rabu 23 November 2022

Rabu, 23 November 2022 | 11:13 WIB

IHSG Hari Ini Rabu 16 November 2022

Rabu, 16 November 2022 | 09:31 WIB

IHSG Sesi 2 Hari Ini 15 November 2022

Selasa, 15 November 2022 | 14:43 WIB

IHSG Hari Ini Selasa 15 November 2022

Selasa, 15 November 2022 | 10:12 WIB

IHSG Hari ini Senin 14 November 2022 Sesi 1

Senin, 14 November 2022 | 10:05 WIB

IHSG Sesi Dua Penutupan Hari Ini 11 November 2022

Jumat, 11 November 2022 | 15:29 WIB

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) 11 November 2022

Jumat, 11 November 2022 | 05:06 WIB

IHSG 10 November 2022 Sesi Penutupan Semakin Melemah

Kamis, 10 November 2022 | 19:01 WIB

IHSG Sesi 2 Penutupan Hari Ini 9 November 2022

Rabu, 9 November 2022 | 15:56 WIB
X