Kendalikan Hipertensi Pemicu Penyakit Jantung, Gagal Ginjal, dan Stroke

- Kamis, 8 Desember 2022 | 22:12 WIB
Ilustrasi Hipertensi  (Indonews Today)
Ilustrasi Hipertensi (Indonews Today)

Indonewstoday.com - Hipertensi atau tekanan darah tinggi, sering disebut sebagai “the silent killer" dikarenakan sering menyebabkan kematian tanpa keluhan berarti. Hipertensi menjadi salah satu kontributor utama dalam proses terjadinya penyakit berbahaya lainnya seperti jantung, gagal ginjal, dan stroke di Indonesia.

Dikatakan hipertensi jika seseorang memiliki hasil pemeriksaan tekanan darah dengan hasil tekanan sistol (angka yang pertama) ≥ 140 mmHg dan/atau tekanan diastol (angka yang kedua) ≥ 90 mmHg.

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas 2018) prevalensi hipertensi di Indonesia sebesar 34,1%. Jumlah ini mengalami peningkatan dibandingkan prevalensi hipertensi pada Riskesdas Tahun 2013 sebesar 25,8%. Ibarat fenomena gunung es hipertensi diperkirakan hanya 1/3 kasus hipertensi di Indonesia yang terdiagnosis, sisanya tidak terdiagnosis.

Baca Juga: Terjadi Gempa di 85 km Tenggara BIAKNUMFOR PAPUA, Gempa Terkini 8 Desember 2022

 

Hipertensi bukanlah penyakit berbahaya, tentunya dapat dicegah dengan mengendalikan faktor resiko yang dapat memperparah kejadian yang diakibatkan hipertensi seperti merokok, diet yang tidak sehat (kurang konsumsi sayur dan buah, konsumsi garam berlebih), obesitas, kurang aktivitas fisik, konsumsi alkohol, dan stres.

Tingkat keberhasilan dalam mengontrol tekanan darah mencapai target terbukti menurunkan kejadian stroke sebesar 30-40% dan kejadian penyakit jantung koroner sebesar 20%.

Batasilah konsumsi garam yang dianjurkan 5 sampai 6 gram perhari yang sekiranya hal ini dapat mempengaruhi tekanan pada pembuluh darah. Namun, dalam praktek dikehidupan sehari-hari kita tidak pernah menghitung seberapa banyak kita mengkonsumsi garam harian.

Baca Juga: Giselle Anastasia Akhirnya Memposting Poster Film Horor Perdananya, ANAK TITIPAN SETAN Siap Tayang 12/01/2023

Halaman:

Editor: Imaduddin Badrawi

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pentingnya SADARI dalam Deteksi Dini Kanker Payudara

Jumat, 3 Februari 2023 | 19:14 WIB

HPV DNA: Metode Baru Deteksi Dini Kanker Leher Rahim

Jumat, 3 Februari 2023 | 19:04 WIB
X