Penggunaan Antibiotik yang Berlebihan Mempercepat Resistensi Bakteri

- Jumat, 18 November 2022 | 23:04 WIB
Ilustrasi Mengkonsumsi Obat Berlebihan (freepik.com/jcomp)
Ilustrasi Mengkonsumsi Obat Berlebihan (freepik.com/jcomp)

Indonewstoday.com - Resistensi antibiotik merupakan ancaman kesehatan global yang berkembang, hal ini terjadi terutama didorong oleh penyalahgunaan antibiotik pada manusia dan hewan.

Penggunaan antibiotik terlalu sering atau untuk alasan yang salah dapat mengubah bakteri sedemikian rupa sehingga membuat antibiotik tidak efektif. Ini dikenal sebagai resistensi antibiotik atau antimikroba (ABR / AMR).

Sejak 2015, tindakan global telah diambil oleh pemerintah di seluruh dunia untuk mengatasi masalah ini, tetapi penyalahgunaan obat ini yang terus berlanjut telah menyebabkan percepatan resistensi antimikroba, dengan banyak mikroba yang sekarang kebal terhadap antibiotik sehingga menjadi bakteri yang paling kuat.

Baca Juga: Cara Membuat Cemilan Ala Street Food Korea: Gimmari, Gorengan Rumput Laut Korea

Pekan World Antimicrobial Awareness / Kesadaran Antimikroba Dunia (18-24 November) telah di dengungkan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang AMR di kalangan masyarakat dan petugas kesehatan untuk mengurangi penyebaran AMR di masyarakat.

Elani van Zyl, manajer bagian antimikroba untuk Pharma Dynamics, menyoroti bahwa setidaknya 30% antibiotik yang diresepkan saat ini tidak diperlukan.

“Terlalu sering, antibiotik masih diresepkan untuk kondisi pernapasan yang disebabkan oleh virus. Ini termasuk flu biasa, sakit tenggorokan, flu perut, infeksi sinus dan telinga, serta bronkitis.

Baca Juga: Gempa Megathrust Bengkulu, Tidak Berpotensi Tsunami

“Resep berlebih ini, yang mencapai jutaan setiap tahun, menempatkan pasien pada peningkatan risiko superbug seperti bakteri usus Enterobacteriaceae yang kebal karbapenem, Staphylococcus aureus yang kebal methicillin, Enterococcus yang kebal vankomisin, dan Mycobacterium tuberculosis yang kebal obat yang dapat mematikan.

Halaman:

Editor: Imaduddin Badrawi

Sumber: motherandchild.co.za

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pentingnya SADARI dalam Deteksi Dini Kanker Payudara

Jumat, 3 Februari 2023 | 19:14 WIB

HPV DNA: Metode Baru Deteksi Dini Kanker Leher Rahim

Jumat, 3 Februari 2023 | 19:04 WIB
X