Mungkin Anda Baru Tahu? Inilah Bahaya Mengkonsumsi Garam Secara Berlebih

- Kamis, 17 November 2022 | 20:07 WIB
Ilustrasi Menabur Garam pada Makanan (freepik.com/author/8photo)
Ilustrasi Menabur Garam pada Makanan (freepik.com/author/8photo)

Indonewstoday.com - Garam bukan hanya sekedar bumbu dapur biasa, tanpa garam sayurpun jadi kurang menarik. Garam merupakan bumbu yang universal, semua jenis makanan pasti di tabur garam. Namun begitu, garam juga tidak jarang dianggap sebagai kambing hitam atas timbulnya sejumlah penyakit yang muncul pada manusia.

Beberapa penyakit yang disebabkan konsumsi garam berlebih diantaranya adalah hipertensi, penyakit ginjal, dan diabetes. Benarkan garam memang sejahat yang di gosipkan? Lalu seberapa banyak garam yang aman di konsumsi setiap harinya?

Meski si garam punya reputasi buruk, rupanya kita tetap tidak bia hidup tanpa adanya garam. Garam mengandung natrium klorida, yaitu zat yang sangat penting bagi sel agar dapat berfungsi dengan baik. 

Baca Juga: Fakta Dibalik Mati Suri Pria Bogor Terkuak, Banyak Keanehan dan Kejanggalan

Natrium tidak dapat diproduksi oleh tubuh, sehingga harus diasup dari luar, yaitu melalui makanan dan minuman yang kita konsumsi. 90 persen kebutuhan natrium kita, dapat dipenuhi dari garam.

Tubuh mengeluarkan garam sepanjang hari melalui keringat dan urin. Jika air dan garam ini tidak diganti, maka tubuh akan mengalami kekacauan. Tekanan darah dapat turun sehingga kita merasa pusing dan melayang. 

Hal yang sama dapat terjadi pada atlet amatir, yang meminum air dalam jumlah banyak, tanpa menambah asupan natriumnya. Padahal, dalam kadar yang pas, natrium membantu menyeimbangkan cairan tubuh dan berperan penting dalam kontraksi serta relaksasi otot. 

Baca Juga: Resep Cara Membuat Oreo Dessert kreasi Greatofgesty

Kekurangan natrium dadri garam dapat mencetuskan terjadinya spasme otot, irama jantung yang tidak teratur, dan tubuh terasa lemas.

Halaman:

Editor: Imaduddin Badrawi

Sumber: Dokter Kita

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pentingnya SADARI dalam Deteksi Dini Kanker Payudara

Jumat, 3 Februari 2023 | 19:14 WIB

HPV DNA: Metode Baru Deteksi Dini Kanker Leher Rahim

Jumat, 3 Februari 2023 | 19:04 WIB
X