• Minggu, 5 Februari 2023

Investigasi WHO terhadap Perusahaan India dan Indonesia atas Kematian Terkait Syrupen Batuk

- Selasa, 24 Januari 2023 | 20:50 WIB
Kantor WHO (World Health Organization) (Indonewstoday.com / Imad / Twitter @CGMeifangZhang)
Kantor WHO (World Health Organization) (Indonewstoday.com / Imad / Twitter @CGMeifangZhang)

INDONEWSTODAY.COM - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akan melakukan penyelidikan terhadap perusahaan India dan Indonesia yang terkait dengan kematian lebih dari 300 anak akibat syrupen batuk.

Menurut laporan, WHO menemukan tingkat racun yang "tidak dapat diterima" pada syrupen ini dan sedang mencari informasi lebih lanjut tentang bahan mentah yang digunakan oleh enam pabrikan ini di India dan Indonesia.

Syrupen batuk tersebut ditemukan memiliki tingkat yang tinggi dari dietilena glikol dan etilena glikol.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Hari Ini Selasa 24 Januari 2023, Taurus Lepaskan Beban Masa Lalu dan Virgo Bersikap Jujur

WHO sedang menyelidiki apakah perusahaan-perusahaan tersebut memperolehnya dari pemasok yang sama.

WHO telah memberikan peringatan ke negara-negara lain di mana produk yang sama mungkin dijual, dan menyerukan tindakan di seluruh 194 negara anggotanya untuk mencegah kematian lebih lanjut.

Baca Juga: Sinopsis Anime Itai no wa Iya nano de Bougyoryoku ni Kyokufuri Shitai to Omoimasu Sesion 2 Episode 2

WHO sebelumnya telah memberikan peringatan untuk menghapus syrupen batuk dari rak yang dibuat oleh Maiden Pharmaceuticals dan Marion Biotech dari India serta empat pabrikan Indonesia, PT Yarindo Farmatama, PT Universal Pharmaceutical, PT Konimex dan PT AFI Pharma.***

Editor: Imaduddin Badrawi

Sumber: Wio News

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Groundhog's Day 2023: What You Need to Know

Jumat, 3 Februari 2023 | 14:07 WIB

Did The Groundhog See His Shadow 2023

Jumat, 3 Februari 2023 | 13:13 WIB

11 Wounded in Mass Shooting in Lakeland, Florida

Kamis, 2 Februari 2023 | 06:04 WIB
X