• Minggu, 4 Desember 2022

18 Soal Jawab Fiqih Qurban

- Rabu, 6 Juli 2022 | 03:57 WIB
Sejumlah hewan qurban Idul Adha 2022 milik Abdul pedagang di Kota Kupang.  (victorynews.id/Mikael Umbu)
Sejumlah hewan qurban Idul Adha 2022 milik Abdul pedagang di Kota Kupang. (victorynews.id/Mikael Umbu)

Dari Kitab Asy-Syarhul Mumti'
Karya Syaikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin

1. Jika seorang yang hendak berqurban memotong bagian rambutnya di kepala dan di badannya apakah qurbannya diterima?

Jawab:
    Iya diterima, namun ia telah bermaksiat. Adapun menurut orang awam bahwa jika seseorang memotong rambut di di kepalanya atau kukunya atau pada badannya pada 10 hari Dzul Hijjah maka qurbannya tidak diterima, ini tidak benar.
    Karena sahnya qurban, tidak ada kaitannya dengan memotong rambut-rambut tadi.
( Asy syarhul mumti' 7/489)

Baca Juga: Minuman Teh Hijau dan Manfaat Bagi Tubuh Manusia

2. Jika kuku orang yang akan berqurban rusak/sakit lalu ia merasa terganggu dengan hal tsb apakah boleh memotongnya?

Jawab:
    Dibolehkan memotong bagian yang dirasa mengganggu saja dan tidak mengapa.
    Begitupula jika seandainya rambut di dalam pelupuk mata ada yang tumbuh lalu matanya menjadi terganggu maka boleh memotongnya dengan gunting. Karena hal ini untuk menghilangkan gangguan.
( Asy syarhul mumti' 7/489)

Baca Juga: Bupati dan Bunda Literasi Kabupaten Kuningan serahkan Bantuan Buku

3. Rambut apa yang dilarang untuk dipotong bagi orang yang ingin berqurban?

Jawab:
    Seluruh rambut yang sunnah untuk dihilangkan(dipotong) juga rambut yang mubah. Maka jangan dicabut.
    Misal rambut yang sunnah untuk dicabut adalah rambut ketiak dan rambut kemaluan.
    Misal rambut yang mubah dipotong adalah rambut kepala. Maka jangan ia cukur rambutnya sedikitpun sampai ia berqurban.
( Asy syarhul mumti' 7/489)

Baca Juga: Sukses Ekspor Perdana, Jamu Modern Mustika Ratu Tembus Pasar Jepang

4. Kapan seorang yang berqurban boleh mencukur rambutnya dan rambut di badannya?

Jawab:
    Sampai ia berqurban. Jika ia berqurban di hari 'id maka ia boleh mencukur di hari 'id. Jika ia undur di hari ke 2 atau ke 3 maka tidak boleh mencukur kecuali di hari yang ia berqurban.
( Asy syarhul mumti' 7/487)

5. Apakah pahala qurban yang diwakilkan sama dengan pahala qurban sendiri?

Jawab:
    Hukum dalam hal ini tidak sama. Karena sesungguhnya mereka berdua walaupun sama-sama berqurban namun pahala orang yang mengeluarkan uang dan lelah dalam menyembelihnya tidak sama dengan orang yang qurbannya diwakilkan.
    Bahkan orang yang mengeluarkan hartanya untuk berqurban lebih banyak pahalanya dari pada yang tidak.
( Asy syarhul mumti' 7/487)

Baca Juga: Tingkatkan Kinerja Pengurus, IMK (Ikatan Mahasiswa Kuningan) Gelar Upgrading di Yayasan Maslakul Ulum

6. Apa hukumnya memakan semua daging sembelihannya tanpa disedekahkan sedikitpun?

Jawab:
    Paling tidak, ia sedekahkan sedikit saja yang penting daging.
    Misal, seseorang berqurban dengan satu kambing lalu ia simpan semua sembelihannya di dalam kulkas lalu ia makan semuanya. Maka kita katakan padanya: wajib engkau sedekahkan sedikit saja yang penting daging.
    Belilah daging di pasar lalu sedekahkan demi untuk menunaikan hak fuqoro.
( Asy syarhul mumti' 7/485)

7. Apa hukumnya jika masyarakat sudah terbiasa saling memberi hadiah daging qurban?

Jawab:
    Ini termasuk hal yang disukai karena masuk dalam keumuman perintah sedekah yang bisa mendatangkan kecintaan di antara sesama.
    Namun saling memberi hadiah dengan kadar harus sepertiga ini membutuhkan dalil.
( Asy syarhul mumti' 7/483)

Baca Juga: Ubud Food Festival 2022 : Menu Spesial Oleh Puteri Indonesia 2022

8. Kenapa para ulama menyukai bagian hati untuk dimakan?

Jawab:
    Mereka berpendapat karena hati itu lebih mudah dicerna, tidak perlu dimasak lama-lama. [1]
    Jika seseorang lebih dahulu memilih hati lalu segera memasaknya maka ia termasuk orang-orang yang bersegera dalam memakan sembelihannya.
    Bersegera dengan sesuatu yang diperintahkan itu lebih afdol dari pada diundur.
( Asy syarhul mumti' 7/482)

9. Seseorang berkata: Jika saya banyak membeli daging kambing yang harganya melebihi 1 ekor kambing sebanyak 4x atau 5x, apakah ini afdol?

Jawab:
    Yang afdhol ia berqurban, lalu ia sembelih dari pada ia bersedekah dengan nilai harga kambingnya. Juga berqurban lebih afdhol dari pada membeli dagingnya dengan kadar yang sama atau lebih lalu disedekahkan.
    Karena inti dari qurban adalah mendekatkan diri kepada Allah.
( Asy syarhul mumti' 7/480)

Baca Juga: Penyesuaian Tarif Berlaku untuk 3500 VA ke Atas, Warga Diminta Bijak Pakai Listrik

10. Siapa yang wajib qurban dalam keluarga?

Jawab:
    Jika keluarga berkumpul dalam satu rumah, kepala keluarganya satu maka cukup 1x berqurban untuk semua anggota keluarga. Tidak perlu masing-masing dari anggota keluarga berqurban, karena ini menyelisihi sunnah.
    Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berqurban 1x untuk dirinya dan untuk keluarganya. Dan Beliau memiliki 9 istri.
( Asy syarhul mumti' 7/479)

11. Apakah boleh menjual kulit hewan qurban atau menjual sesuatu dari qurbannya?

Jawab:
    Tidak boleh menjual kulit qurban sembelihan. Karena hewan qurban sudah dipersembahkan untuk Allah dengan semua bagiannya.
    Apa saja yang sudah dipersembahkan untuk Allah maka tidak boleh mengambil pengganti darinya. Yakni tidak boleh menjual satupun potongan sembelihan seperti hati, kaki, kepala atau yang lain.
( Asy syarhul mumti' 7/474)

Baca Juga: Widi Vierra Menangis Ceritakan Masa Lalunya Saat Diculik

12. Apa sebab tidak dibolehkan menjual sedikitpun potongan sembelihan?

Jawab:
    Sebabnya karena hewan tsb sudah dikeluarkan untuk Allah. Dan semua yang dikeluarkan seseorang untuk Allah maka tidak boleh kembali kepada dirinya.
    Oleh karena itu, tidak boleh seseorang hijrah (keluar) dari negri kesyirikan lalu ia kembali lagi untuk tinggal di negri kesyirikan tsb. Karena ia telah keluar hijrah karena Allah dari negri yang ia cintai maka tidak boleh ia kembali lagi ke negri yang ia cintai tsb jika niatnya karena Allah.
( Asy syarhul mumti' 7/474)

13. Apakah boleh tukang daging atau tukang sembelih diberi upah?

Jawab:
    Jika seseorang berkata: "Sembelihlah untuk saya, upahnya 10 riyal. Saya berikan seperlima dagingnya dan 5 riyal". Ini tidak boleh.
    Karena ia telah menjual sesuatu yang sudah diberikan untuk mendekatkan diri kepada Allah yakni dagingnya.
    Karena upah yang diberikan tadi sama kedudukannya dengan uang hasil jualnya.
    Maka ia telah menjual daging yang sudah ia keluarkan untuk Allah. [2]
( Asy syarhul mumti' 7/473)

Baca Juga: Reshuffle Jilid 3 Munculkan Kejutan, Presiden Jokowi Kembali Rombak Kabinet

14. Apakah boleh menjual hewan qurban setelah dipilih?

Jawab:
    Jika sudah dipilih maka tidak boleh dijual. Karena hewan tsb sudah menjadi sedekah untuk Allah.
    Seperti harta waqaf, tidak boleh dijual. Juga seorang budak jika sudah dimerdekakan tidak boleh dijual.
    Tidak boleh dijual dengan alasan apapun. Walaupun kambingnya menjadi lemah atau bertambah kurus, tidak boleh dijual.
( Asy syarhul mumti' 7/469)

15. Apa hukumnya sengaja menunda berqurban sampai lewat waktunya?

Jawab:
    Tidak bisa diganti. Tidak pula ia diperintah berqurban lagi. Karena Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

 من عمل عملًا ليس عليه أمرنا فهو رد

"Barang siapa yang beramal yang tidak ada tuntunannya dari agama kami maka amalnya tsb tertolak." [3]
( Asy syarhul mumti' 7/465)

Halaman:

Editor: Fauzi Rony

Sumber: miraath

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Wahai Wanita, Manakah Tipe Suami mu ?

Rabu, 9 November 2022 | 09:05 WIB

Kemenag Ajak Shalat Gerhana Bulan 8 November 2022

Selasa, 8 November 2022 | 18:59 WIB

Inikah Harga Sebuah Persaudaraan ?

Selasa, 8 November 2022 | 06:05 WIB

Ini Cara Agar Tidak Bosan Baca Alquran

Senin, 7 November 2022 | 19:10 WIB

Sedekah yang Paling Utama , Bagaimana Menurut Ulama ?

Senin, 7 November 2022 | 16:56 WIB

Inilah Pekerjaan Terbaik Menurut Nabi Muhammad

Senin, 7 November 2022 | 08:42 WIB

Qatar Sambut Pecinta Piala Dunia dengan Hadits Nabi

Sabtu, 5 November 2022 | 06:11 WIB

Mengenal Si Tukang Adu Domba (Namimah)

Minggu, 24 Juli 2022 | 14:09 WIB

18 Soal Jawab Fiqih Qurban

Rabu, 6 Juli 2022 | 03:57 WIB
X