• Minggu, 4 Desember 2022

Hukum Paksa Menikah, Bagaimana Ulama Memandangnya

- Selasa, 8 Februari 2022 | 09:48 WIB
hukum paksa menikah (commanderclive-1461986/)
hukum paksa menikah (commanderclive-1461986/)

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

لا تنكح البكر حتى تستأذن ولا تنكح الثيب حتى تستأمر وسئل عن كيفية استئذان البكر أو عن كيفية أذن البكر فقال إذنها أن تسكت.

"Tidak boleh menikahkan gadis hingga ia dimintai ijin. Tidak pula janda hingga dimintai perintah darinya."
(Muttafaq 'alaih)

Baca Juga: IMK Baksos: Ngabdi Diawali dengan Launching dan Diskusi Buku

Berkata Syaikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin rahimahullah,

    Ini merupakan dalil yang jelas bahwa tidak boleh ada seorangpun sekalipun seorang bapak untuk memaksa anak wanitanya menikah dengan pria yang tidak diridhai oleh anaknya tsb. Sekalipun pria itu baik agama dan akhlaknya. Karena wanita ini lebih tahu tentang dirinya.
    Namun tidak semestinya bagi seorang wanita, menolak lamaran pria jika memang memiliki agama dan akhlak. Karena Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

إذا أتاكم من ترضون دينه وخلقه فأنكحوه إلا تفعلوه تكن فتنة في الأرض وفساد كبير أو قال عريض.

"Jika datang kepada kalian seorang pria pelamar yang kalian ridhai agama dan akhlaknya, maka segera nikahkan. Jika tidak, maka akan terjadi fitnah dan kerusakan yang besar di atas bumi." (HR. Tirmidzi)

Baca Juga: Khutbah Jumat: Pilih Yang Paling Mudah

    Telah kami dengar bahwa sebagian wali memaksa putranya untuk menikah dengan sepupunya. Mereka menikah padahal si pria tidak suka menikahi sepupunya itu. Sehingga terjadilah kesudahan yang tidak baik. Ia berumah tangga dengan hati dan jiwa yang berat. Atau mungkin terjadi dampak buruk dengan perceraian setelah menikah yang lebih parah dari pada tidak menikah sebelumnya.
    Orang awam pun juga paham, bahwa merubah keadaan dari bawah itu lebih mudah daripada merubah keadaan dari atas [1].

Baca Juga: Kolom Fatwa : Menggendong Anak Saat Shalat

Fatawa nurun 'alad darb 2/19.

Syaikh juga berkata,

    Adapun pendapat sebagian ulama tentang bolehnya seorang bapak memaksa putrinya untuk menikah tanpa keridhoan dari putrinya tsb maka ini adalah pendapat yang lemah yang tidak memiliki dalil, tidak dari atsar tidak pula dari teori.
    Adapun berdalil dengan Abu Bakr radhiallahu 'anhu yang menikahkan putrinya 'Aisyah dengan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam maka ini adalah analogi yang jauh. Karena tidak ada bapak yang seperti Abu Bakr radhiallahu 'anhu dalam hal kredibilitas dan dalam hal amanah untuk menikahkan. Tidak pula ada seorang suami yang seperti Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.

Baca Juga: 4 Mitos Menstruasi Zaman Dulu Yang Masih Ada Sampai Sekarang


    Dan kita yakin dengan seyakin-yakinnya bahwa 'Aisyah telah ridha sebagai istri Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.
    Maka siapa saja yang mengqiyaskan para bapak jaman sekarang dengan sosok Abu Bakr radhiallahu 'anhu dalam menikahkan putrinya 'Aisyah dengan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam maka ini bukanlah qiyas yang benar. Karena dalam qiyas, harus ada persamaan pokok dengan cabang dalam 'illahnya . Namun persamaan di sini tidak terwujud.
    Maka para bapak yang memaksa putrinya untuk menikah dengan pria yang tidak diinginkan oleh putrinya maka ini haram. Dan nikahnya tidak sah dan harus dipisah (cerai) jika sudah menikah [2].

Baca Juga: 4 Kriteria Perempuan Yang Harus Laki-Laki Hindari Di Kencan Online
Fatawa nurun 'alad darb 19/2.

Catatan:
[1] Yakni mencegah lebih baik dari pada terjadi hal yang lebih buruk.
[2] Sah atau tidak pernikahan yang terjadi karena paksaan adalah khilaf panjang para ulama.
Akan tetapi wanita yang dipaksa menikah, punya hak untuk membawa pernikahannya ke meja hakim untuk membatalkan pernikahannya tsb jika memang ia merasa berat menjalani pernikahannya.

Sumber:
https://islamqa.info/amp/ar/answers/163990
https://www.saaid.net/Doat/samer/10.htm

Ditulis oleh:
Abu Anisa Purba
Mudir Ponpes Al-Umm Gadel Indramayu

Halaman:

Editor: Fauzi Rony

Sumber: Abu Anisa Purba

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Wahai Wanita, Manakah Tipe Suami mu ?

Rabu, 9 November 2022 | 09:05 WIB

Kemenag Ajak Shalat Gerhana Bulan 8 November 2022

Selasa, 8 November 2022 | 18:59 WIB

Inikah Harga Sebuah Persaudaraan ?

Selasa, 8 November 2022 | 06:05 WIB

Ini Cara Agar Tidak Bosan Baca Alquran

Senin, 7 November 2022 | 19:10 WIB

Sedekah yang Paling Utama , Bagaimana Menurut Ulama ?

Senin, 7 November 2022 | 16:56 WIB

Inilah Pekerjaan Terbaik Menurut Nabi Muhammad

Senin, 7 November 2022 | 08:42 WIB

Qatar Sambut Pecinta Piala Dunia dengan Hadits Nabi

Sabtu, 5 November 2022 | 06:11 WIB

Mengenal Si Tukang Adu Domba (Namimah)

Minggu, 24 Juli 2022 | 14:09 WIB

18 Soal Jawab Fiqih Qurban

Rabu, 6 Juli 2022 | 03:57 WIB
X