• Rabu, 7 Desember 2022

Wahai Khatib, Janganlah Terburu-buru

- Selasa, 7 Desember 2021 | 20:05 WIB
khutbah imam (Fauzi Rony)
khutbah imam (Fauzi Rony)

 


Indonewstoday.com - Fatwa Syaikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin

Pertanyaan:
    Bolehkah bagi seorang khatib jumat untuk shalat tahiyatul masjid lalu duduk menunggu atau langsung naik mimbar?

Jawaban:
    Masalah ini kita jawab dari 2 sisi:
Yang pertama, sebagian imam datang lebih dahulu 1 atau 2 jam sebelum jumat berharap mendapat pahala bersegera di hari jumat.
    Kemudian ia shalat masya Allah. Lalu ia duduk menunggu waktu jumat datang lalu naik mimbar. Maka ini hanyalah kesemangatan saja, akan tetapi kesemangatannya tidak benar.
    Karena Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pada hari jumat tidak pernah datang ke masjid sebelum waktunya. Bahkan Beliau datang ke masjid ketika waktu jumat sudah tiba atau saat waktu khutbah sudah tiba tanpa datang menunggu terlebih dahulu.
    Yang kedua, seorang khatib jika sudah tiba waktunya maka ia tidak perlu shalat tahiyatul masjid. Akan tetapi yang sunnah ia langsung naik ke mimbar lalu berkhutbah.

Fatawa nurun 'alad darb 8/2.

Berkata Imam Nawawi,
"Berkata Al-Mutawalli, 'Disunnahkan bagi khatib jumat untuk tidak mendatangi masjid kecuali setelah masuk masuknya. Yakni datang di waktu di mana ia langsung naik mimbar.
    Karena inilah yang diriwayatkan dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Jika Beliau sampai di masjid, Beliau segera naik mimbar dan tidak shalat tahiyatul masjid. Dalam kondisi ini shalat tahiyatul masjid gugur karena sebab bersegera dalam khutbah. Sebagaimana shalat tahiyatul masjid gugur bagi jamaah haji karena sebab bersegera untuk thowaf."

Al-Majmu' 4/401.

Catatan:
    Namun jika khatib ingin bersegera mendatangi masjid sebelum waktunya, karena barangkali ia khawatir akan terjebak macet di jalan misalnya atau hal lain maka mendatangi masjid terlebih dahulu tentu lebih utama.
    Dalam hal ini ada 2 maslahat yang berbenturan:
1. Jika ia mengikuti sunnah Nabi ia akan telat berkhutbah.
2. Jika ia menyelisihi sunnah Nabi, ia bisa khutbah tepat waktu.
    Tentu yang diutamakan poin ke 2. Sebagaimana dalam kaidah:

ارتكاب أخف ضررين

"Melakukan salah satu keburukan/akibat yang paling ringan."

    Poin 1, keburukannya bubarnya jamaah shalat jumat poin 2 keburukannya menyelisihi sunnah. Dan karena datang sebelum waktu berkhutbah tidaklah wajib sedangkan yang wajib adalah berkhutbah tepat waktu.***



Ditulis oleh Abu Anisa Purba
Mudir Ponpes Al-Umm Gadel Indramayu

Editor: Fauzi Rony

Sumber: Abu Anisa Purba

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Wahai Wanita, Manakah Tipe Suami mu ?

Rabu, 9 November 2022 | 09:05 WIB

Kemenag Ajak Shalat Gerhana Bulan 8 November 2022

Selasa, 8 November 2022 | 18:59 WIB

Inikah Harga Sebuah Persaudaraan ?

Selasa, 8 November 2022 | 06:05 WIB

Ini Cara Agar Tidak Bosan Baca Alquran

Senin, 7 November 2022 | 19:10 WIB

Sedekah yang Paling Utama , Bagaimana Menurut Ulama ?

Senin, 7 November 2022 | 16:56 WIB

Inilah Pekerjaan Terbaik Menurut Nabi Muhammad

Senin, 7 November 2022 | 08:42 WIB

Qatar Sambut Pecinta Piala Dunia dengan Hadits Nabi

Sabtu, 5 November 2022 | 06:11 WIB

Mengenal Si Tukang Adu Domba (Namimah)

Minggu, 24 Juli 2022 | 14:09 WIB

18 Soal Jawab Fiqih Qurban

Rabu, 6 Juli 2022 | 03:57 WIB
X