Thursday, 23 October 2014

Tidak Kunjung Ketemu Kepala Kejaksaan, Masa GeMSos Terlibat Adu Dorong dengan Kepolisian

By: Ahmad Santosa On: 23:46
  • Share The Gag
  • Cirebon - IndoNewsToday.com, Satu jam berorasi, di depan kantor Kejaksaan Negeri Kota Cirebon masa dari Gerakan Mahasiswa Sosialis Cirebon meminta bertemu dengan Kepala Kejaksaan Negeri Kota Cirebon. Rupanya Kepala Kejaksaan Negeri Kota Cirebon tidak juga menemui masa GeMSos untuk menerima aspirasi.

    Sekitar pukul: 15:10 saat kumandang adzan ashar, masa GeMSos mencoba masuk menemui Kajari dan dihalang-halangi oleh petugas kepolisian dari Polisi Reserse Cirebon Kota. Kontak fisik dan dorong-dorongan pun tidak terhindarkan. Hingga mahasiswa peserta aksi berjatuhan di halaman dengan kantor Pengadilan Negeri Kota Cirebon tersebut. Sempat salah satu aksi demonstrasi, berteriak dan menyebut nama petugas yang menendang rekan-rekannya hingga terjatuh ke tanah.

    "Teguh sama Agus sudah (Aparat kepolisian: red) menendang mahasiswa yang sedang melakukan aksi demonstrasi, catat itu media!" katanya dengan nada tegas.

    Setelah masa berjatuhan, kemudian aparat kepolisian yang lain mencoba melerai aksi dorong-dorongan tersebut, hingga akhirnya masa kembali berdiri dan kembali mencoba menemui pihak Kajari Kota Cirebon. Namun hingga pukul: 15:45 WIB Kamis (23/10/2014) tadi masa GeMSos kembali tidak bisa menemui Kajari. Masa aksi GeMSos meragukan informasi mengenai posisi Kajari yang tidak berada dalam kantor yang padahal mobil operasional Kajari berada di belakang kantor.

    Masa aksi GeMSos pun akhirnya perlahan-lahan meninggalkan kantor Pengadilan Negeri Kota Cirebon dengan tertib.

    Aksi demonstrasi GeMSos ini guna meminta kejelasan tentang proses penegakan hukum mengenai dugaan penyalah gunaan wewenang, dugaan korupsi, dugaan gratifikasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Cirebon terkait dengan pengadaan mobil dinas muspida plus beberapa waktu yang lalu.

    Pastikan Proses Hukum Mobdin, Gemsos Ajukan MoU ke Kejaksaan Kota Cirebon

    By: Ahmad Santosa On: 22:57
  • Share The Gag
  • Cirebon, IndoNewsToday.com – Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Sosialis Cirebon (GeMSos) mempertanyakan kinerja Kejaksaan Negeri Kota Cirebon dalam menindaklanjuti aduan dari GeMsos mengenai dugaan penyalahgunaan wewenang dan dugaan korupsi serta gratifikasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Cirebon terkait pengadaan mobil dinas Muspida plus pada hari ini Kamis (23/10/2014).

    Dalam tuntutannya, GeMSos meminta keseriusan Kejaksaan Kota Cirebon dengan menanda-tangani MoU atau nota kepepahaman antara GeMSos dengan pihak Kejari Kota Cirebon. hal tersebut sebagai bentuk nyata dan bukti tertulis bahwa Kejaksaan serius menangani aduan mereka.

    Namun pengajuan MoU GeMSos Cirebon ke Kejari ditolak oleh pihak dari Kejaksaan yang diwakili Agus selaku Kepala Satuan Intelijen dengan alasan, MoU tidak perlu ditanda-tangani.

    Saya ga akan mentanda tangani MoU ini karena kami komitmen kami bukan cuma sama kalian tapi sama Tuhan dan tanggung jawab, kami akan jalani terus proses ini ga perlu tanda tangan percuma saja dengan selembar kertas ini kalau tidak di tindak lanjuti.” ujarnya hari ini Kamis (23/10/2014).

    Sementara itu Gusak Tilas Wangi salah satu peserta aksi menuturkan bahwa Kejaksaan tidak punya itikad baik untuk memproses kasus mobdin tersebut karena pihaknya telah beberapa kali menghubungi Kepala Kejaksaan dan tidak mau menandatangani MoU yang ia ajukan.

    Jelas di sini pihak kejaksaan tidak punya niat baik dalam memproses kasus mobdin ini dengan tidak mau menghubungi (kita:red) kepala kejaksaan dan tidak mau mentanda-tangani MoU (nota kesepahaman) yang kami serahkan untuk menyepakati (dalam: red) menuntaskan kasus ini dan kami sebagai pengadu akan terus mengawalnya.” tegasnya.

    GeMSos Cirebon Aksi, Tuntut Kejaksaan untuk Memproses Hukum Soal Mobdin

    By: Ahmad Santosa On: 21:32
  • Share The Gag
  • Cirebon - IndoNewsToday.com, Sekitar pukul: 14:15 masa dari Gerakan Mahasiswa Sosialis Cirebon (GeMSos) tiba di kantor Kejaksaan Kota Cirebon guna menunut kejelasan proses hukum mengenai pengadaan mobil dinas Pemerintah Kota Cirebon yang diduga bermasalah.

    Sebelumnya GeMSos telah melakukan pengaduan kepada Kejaksaan Negeri Kota Cirebon pada beberapa waktu yang lalu dan kini menggelar aksi demonstrasi ke Pengadilan Negeri Kota Cirebon guna mendapatkan kejelasan mengenai pengaduan yang mereka lakukan pada beberapa waktu yang lalu.

    Setelah beberapa kali masa melakukan orasi di depan kantor Kejaksaan, akhirnya mereka diajak bicara oleh perwakilan dari Kejaksaan Negeri Kota Cirebon. Namun sayang, perwakilan dari Kejaksaan tidak mau mempertemukan masa GeMSos dengan Kepala Kejaksaan Negeri Kota Cirebon guna menanyakan secara langsung mengenai proses pengaduan mereka.

    Gusak Tilas Wangi selaku orator GeMSos Cirebon kepada IndoNewsToday hari ini Kamis (23/10/2014) berharap agar Kejaksaan Negeri Kota Cirebon terus melakukan tahapan-tahapan penyelidikan agar kasus ini menjadi semakin jelas, dan menginginkan agar kejaksaan memastikan kepastian hukum terhadap apa yang mereka adukan dalam sebuah perjanjian atau MoU.

    "Kami meminta Kejaksaan untuk benar-benar mengusut kasus ini, dan kami akan mengawal kasus ini sampai kapan pun." tegas Gusak.

    Lebih lanjut ia menjelaskan sebelumnya telah melakukan pemantauan untuk mengawal kasus tersebut. "Hari ini merupakan akumulasi dari hari-hari sebelumnya. Awalnya datang dua orang, dua orang, namun tidak kunjung mendapatkan kejelasan." jelasnya saat ditanya mengenai upayanya dalam menemui Kepala Kejaksaan Negeri Kota Cirebon. 

    Sebelum Aksi, Gemsos Cirebon Sebar Statement "Bongkar dan Usut Tuntas"

    By: Ahmad Santosa On: 21:00
  • Share The Gag
  • Cirebon - IndoNewsToday.com, Sebelum melakukan aksi, Gerakan Mahasiswa Sosialis (GeMSos) Cirebon menyebar pernyataan resmi terkait dikapnya dalam menyoal pengadaan mobil dinas (mobdin) untuk muspida yang dinilai melanggar regulasi yang ada.

    Masa GeMSos yang berjumlah sekitar puluhan ini melakukan aksi jalan kaki dari Jalan Pemuda menuju ke kantor Kejaksan Negeri Kota Cirebon, sekitar pukul 13:00 Kamis tadi (23/10/2014).

    Masa melakukan rilis statement mereka dalam bentuk tulisan kepada pengendara jalanan yang bakal dilalui mereka hingga ke Pengadilan Negeri Kota Cirebon. Berikut adalah statement lengkap yang ditulis oleh GeMSos:

    Bongkar dan Usut Tuntas
    Mendiamkan kesalahan adalah kejahatan. Kalimat yang pendek namun memiliki makna begitu luar biasa. Ssusunan kata tersebut seharusnya mampu menjadi acuan bagi kita untuk berada pada jalur kebenaran dan keadilan yang seutuhnya. Namun pada kenyataanya kebenaran dan keadilan tersebut mulai diasingkan oleh mereka para penegak hukum. Jika seperti itu, harus tinggal diamkah?

    Mengingat adanya kasus dugaan penyalah gunaan wewenang dan gratifikasi yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Cirebon dikarenakan melakukan pengadaan mobdin untuk muspida yang jelas-jelas di Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Perda APBD/APBD-P Cirebon tidak tercantum, karena pos mata anggaran yang semula diperuntukkan untuk Bus Pemkot dialihkan untuk mobil dinas Muspida. Mengenai pengadaan mobil dinas Muspida Plus hingga saat ini masih belum menemui titik terang. Keputusan yang dilakukan Pemkot Cirebon sudah salah.

    Pemkot Cirebon diduga telah melakukan penyalahgunaan wewenang, karena membelanjakan barang yang tidak sesuai dengan pos mata anggaran yang tersedia pada APBD-P 2014. Hal ini senada dengan PP No. 58 tahun 2005 tentang pengelolaaan keuangan daerah, pasal 54 menyatakan, "SKPD dilarang melakukan pengeluaran atas beban anggaran belanja daerah untuk tujuan yang tidak tersedia anggarannya, dan atau tidak cukup tersedia anggarannya dalam APBD." Berdasarkan hal tersebut patut diduga bahwa Pemkot Cirebon telah melakukan tindak pidana korupsi dalam bentuk penyalah gunaan wewenang dan gratifikasi (Karena diberikan kepada instansi vertikal).

    Karena unsur Muspida merupakan lembaga yudikatif atau penegak hukum yang seharusnya bersifat netral dan independent. Kasus ini sudah masuk ke ranah hukum, namun sayangnya Kejaksaan Negeri Kota Cirebon sama sekali belum menindak-lanjuti kasus ini. Padahal kejaksaan Negeri adalah lembaga pemerintahan yang melaksanakan kekuasaan Negara secara merdeka, terutama pelaksanaan tugas dan kewenangannya di bidang penuntutan diharuskan melakukan tugas dan kewenangan di bidang penyidikan serta perkara tindak pidana korupsi.

    Pada pasal 10 UU RI Nomor 15 tahun 1961 tentang ketentuan-ketentuan pokok Kejaksaan Republik Indonesia yang tertera pada butir satu, menjelaskan bahwa "Jaksa wajib memperhatikan laporan-laporan tentang terjadinya perbuatan pidana dan wajib dengan inisiatif sendiri melakukan tindakan yang dipandang perlu agar suatu perkara menjadi lebih terang.

    Berdasarkan hal di atas, kami menuntut Kejaksaan Negeri Kota Cirebon untuk:
    1. Agar terus melakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan penyalah gunaan wewenang dan gratifikasi yang dilakukan oleh Pemkot Cirebon.
    2. Bersedia menandatangani MOU untuk memastikan proses hukum tetap berjalan.

    Mau Tahu Persaingan Prestasi: Gonzalez, CR7, dan Linonel Messi?

    By: Ahmad Santosa On: 01:24
  • Share The Gag
  • INDONEWSTODAY.COM, Inilah prestasi yang tercatat oleh Raul Gonzalez, Cristiano Ronaldo, dan Lionel Messi pada penutupan Liga ChampionsSeperti Real Madrid dan Barcelona, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo telah bersaing satu sama lain untuk menjadi "pemain terbaik di dunia".

    Mantan bintang Real Madrid Raul naik 71 gol dalam pertandingan 142 kali. Gol Messi di Barcelona menang atas Ajax pada Selasa malam yang berarti Argentina sekarang memiliki 69 gol dari 89 permainan di Eropa.

    Ronaldo, yang mencetak untuk Madrid terhadap Ludogorets Razgrad dalam putaran terakhir, juga memiliki 69 gol, pada 105 permainan.

    Portugis maju mencetak gol 11 di enam pertandingan, dan Liverpool bermain di Anfield pada Rabu malam.

    Apa Dampak Elektronik Rokok Bagi Kesehatan Tubuh?

    By: Ahmad Santosa On: 00:18
  • Share The Gag
  • INDONEWSTODAY.COM, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan elektronik rokok agar dilarang beredar di dunia. 

    Pada beberapa minggu lalu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan bahwa e-Rokok harus dilarang, karena mereka memancarkan bahan kimia yang berpotensi berbahaya seperti Rokok dan memiliki potensi risiko Merokok pasif. Dokter juga menyerukan penelitian lebih lanjut ke dalam efek jangka panjangnya.

    Dalam sebuah studi dari pasien kanker yang mencoba untuk berhenti merokok, ditemukan mereka yang menggunakan produk tersebut cenderung memiliki gagal daripada mereka yang tidak menggunakannya.

    Temuan yang dipublikasikan secara online dalam Jurnal Cancer, meningkatkan keraguan tentang potensi dan manfaat e-rokok untuk membantu orang untuk berhenti merokok.

    Para peneliti dari Memorial Sloan Kettering Cancer Centre di New York City mempelajari pasien kanker sebanyak 1,074 yang terdaftar antara tahun 2012 dan 2013 dalam program berhenti merokok.

    Dr Jamie Ostroff, seorang peneliti mengatakan: "Sesuai dengan pengamatan terbaru dari peningkatan penggunaan e-cigarette pada sebuah populasi umum, temuan kami menggambarkan bahwa penggunaan e-cigarette antara pasien kanker tergantung pada tembakau telah meningkat dalam dua tahun terakhir." katanya.

    Dia mengatakan penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi potensi bahaya dan manfaat dari e-rokok untuk membantu pasien kanker.


    Wednesday, 22 October 2014

    Nokia Luncurkan Baterai Hemat Energi

    By: Ahmad Santosa On: 23:50
  • Share The Gag
  • INDONEWSTODAY.COM, Baru - baru ini Nokia mengembangkan teknologi baterai ganda, dalam sebuah tes yang dilakukan ternyata berhasil melakukan penghematan daya hingga 50% dan kecepatan browsing yang lebih cepat.

    Perusahaan Nokia khusus jaringan lunak berhasil meningkatkan masa pakai baterai hingga 40 persen. Uji coba tersebut berkat kerjasama dengan Perusahaan Finlandia yang telah menyelesaikan percobaan yang pertama dari Nokia tinggi dengan kecepatan sel FACH. 
     
    Teknologi ini sudah didukung oleh Qualcomm Snapdragon prosesor, sebuah teknologi yang belum banyak dikenal ketika akan tersedia secara luas untuk jaringan dan pelanggan. Dengan baterai tersebut secara konsisten akan memilih sebagai fitur paling penting ketika melakukan upgrade telepon, handset, membuat chip dan jaringan akan bekerja sebanyak energi dari mereka seminimalisir mungkin. Dan sekarang Nokia jaringan  itu telah membuat terobosan yang signifikan-meningkatkan masa pakai baterai hingga 49 persen.
    Finlandia berbasis perusahaan melihat hasil persidangan hidup yang pertama dari perangkat lunak yang dikenal sebagai tinggi kecepatan sel FACH pada jaringan 3G.

    Jaringan Nokia telah menyelesaikan pengujian yang pertama dengan teknologi tinggi kecepatan sel FACH. Bila menggunakan aplikasi, ponsel mengirim dan menerima data dalam jumlah kecil, dan teknologi Nokia dirancang untuk menangani ini disebut 'paket data' lebih efisien. Hal ini meningkatkan kecepatan browsing, penghematan daya dan waktu respon

    Saat menjalankan aplikasi seperti WhatsApp, Facebook, dan Twitter, serta browsing web, mengirim email dan menggunakan layanan seperti FaceTime, ponsel sering mengirim dan menerima data, dikenal sebagai paket, hanya beberapa ratusan byte atau beberapa KByte dalam jumlah kecil.